Coretan Pena Cahaya

Tujuanku menulis hanya untuk sekedar melegakan rasa. Selebihnya, itu tergantung persepsi pembaca. (Latifa, N., 26111994)

Tampilkan postingan dengan label Muhasabah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhasabah. Tampilkan semua postingan


Renungkanlah wahai diriku dan saudara-saudaraku…
Diriwayatkan  oleh Al – Hakim, dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu bahwa beliau menyebutkan sejumlah fitnah yang akan terjadi di akhir zaman. Kemudian ‘Umar bin Khathab radiyallahu ‘anhu berkata kepadanya, “Kapankah itu terjadi, wahai ‘Ali?”

            ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu menjawab:
Fitnah – fitnah tersebut terjadi jika fiqih dikaji sungguh – sungguh bukan karena agama, ilmu agama dipelajari bukan untuk diamalkan, serta kehidupan dunia dicari bukan untuk kepentingan akhirat” (Riwayat Al-Hakim).
Coba perhatikan sejenak penjelasan menantu kesayangan Rasulullah ini.
Apakah sekarang kita hidup di zaman fitnah seperti penjelasan ‘Ali bin Abi Thalib’??
Jika saya boleh menjawab, maka saya akan menjawab ‘IYA’. (Sok tau yee!! hehe)
Di zaman sekarang ini, banyak orang berburu kehidupan dunia tapi bukan untuk kepentingan akhirat. Dengan kata lain, ‘Duniawi’ jadi sopirnya, sementara ‘Akhirat’ jadi penumpangnya.  
            Sebagaimana diperingatkan oleh Ibnu Mas’ud radiyallahu ‘anhu, pada masa fitnah, manusia justru mengejar dunia dengan amal akhirat. Maka, kelak kita akan saksikan orang bersungguh-sungguh melaksanakan dhuha maupun sedekah karena ingin mengejar dunia. Seakan-akan Allah tak akan melimpahkan harta kepada kita jika kita meminta sebelum melakukannya keduanya.
            Tak jarang kita menemui seorang pengusaha bahkan pelajar seperti kita yang tak putusnya mengerjakan sholat dhuha tapi sholat fardhunya diletakkan dibelakang. Selain itu, fenomena yang bikin penulis gregetan yakni, banyak pemuda belajar ilmu agama bahkan mengikuti training dakwah  hanya karena ingin dipanggil ustad/ustadzah dan mencari uang dengan berdakwah bukan untuk menegakkan agama islam. Fenomena yang lain, banyak kaum facebook/twitter dan jejaring sosial yang lain, update status-status islami hanya ingin mendapatkan jodoh yang sholeh/sholehah. Misalnya, ‘Gue mo sholat tahajud dulu.. off ahH..’, ‘Hari ne, aku mo ke masjid ikut pengajian..’, ‘Alhamdulillah, ane sudah hafal 3 juz..’, ‘Ane dapet giliran jadi khotib jum’at ini, alamat ngapalin teks buat khotbah ne, doain ya..”
IiihH..ALAY beud status-status kayak gitu. Untuk apa coba, update yg begituan??
(Kok jadi ketularan alay ya?)  Hihi.. =) 
            Sungguh tragis, fenomena-fenomena yang terjadi di zaman fitnah ini. Tujuan belajar dan mengkaji ilmu agama, bukan lagi untuk menegakkan agama, bukan lagi untuk diamalkan, bukan lagi untuk negeri akhirat dan bukan lagi untuk menggapai ridho-Nya. Justru sebagai ajang pamer, ingin dipuji dan mendapatkan uang dengan berdalih kesana kesini.
Oleh karena itu, mari luruskan kembali niat kita belajar agama yakni untuk menegakkan agama ini, ISLAM. Tetaplah istiqomah belajar agama dengan niat untuk diamalkan dan menggapai ridho-Nya. Usahakan setiap aktivitas yang kita lakukan hari ini, tertuju pada kepentingan akhirat. Allah tidak melarang kita belajar, tidak melarang kita berbisnis, tidak melarang kita jual beli atau berdagang, tapi setidaknya kita jangan lalai dengan semua itu.

Allah tetap nomor satu, tidak boleh diduakan dengan aktivitas dunia yang terkadang melalaikan kita.

_ Sahabat Cahaya_


Alhamdulillah, saya masih diberi kesempatan untuk menikmati oksigen dengan gratis, menikmati keindahan alam dengan gratis, berjalan di bumi dengan gratis dan yang terpenting, alhamdulillah masih diberi akal untuk bersyukur.
Dalam sebuah kesempatan, di pagi yang cerah, saya dipertemukan dengan seorang laki-laki yang sedang mengayuh sepedanya sambil membawa tumpukan rumput yang diletakkan di belakangnya. Subhanallah..  Secara tidak langsung, lelaki itu mengajarkan saya tentang arti bersyukur.
Sering saya temui, masih banyak orang yang mengeluh karena ia tidak mendapatkan apa yang diinginkannya. Jarang sekali mereka bersyukur. Padahal, Allah sudah memberinya pakaian, rumah, motor, mobil dan anak-anak yang lucu. Andai saja, mereka menyempatkan waktunya sejenak untuk bersandar dan berpikir lagi, sebelum memutuskan untuk protes kepada Allah perihal keinginannya yang tidak tercapai. Tentu mereka akan malu.
Sahabat, betapa Allah itu sangat baik dan Maha baik. Allah sudah memberi apa yang kita butuhkan. SEMUANYA. Gak percaya?? Mari kita cek. Allah sudah memberi kita organ tubuh yang lengkap baik organ dalam ataupun luar. Dari organ yang sangat berpengaruh dalam kehidupan kita, yaitu jantung. Bayangkan jika Allah tidak memberi kita jantung, sanggupkah kita hidup? TIDAK. Maka bersyukurlah sahabat semua masih diberi jantung.
Selain jantung, Allah memberi kita sistem respirasi, sirkulasi, transportasi, koordinasi, hormon, imun, gerak, indra dll., yang masih berjalan dengan baik. Bayangkan jika salah satu sistem itu tidak bekerja. Pasti kita sekarang sudah terbaring lemah di rumah sakit. Masih kurang? Lanjut…
Allah memberi kita banyak kesempatan. Misalnya, kesempatan untuk sekolah. Masih banyak kan? Teman atau tetangga kita yang putus sekolah karena permasalahan biaya. Sedangkan kita?? Kita diberi kesempatan untuk menikmati sekolah hingga jenjang perguruan tinggi. Masihkah itu kurang? Lanjut…
Allah sudah memberi kita banyak kemudahan. Misalnya, kemudahan untuk berjalan, berlari, bekerja, menulis dll. Coba kita intip, orang yang terkena stroke. Bisakah ia berjalan dengan mudah seperti kita?? Tentu tidak. Orang penderita stroke membutuhkan alat bantu untuk berjalan. Sedangkan kita? Tidak. Masihkah itu kurang? Lanjut…
Allah memberi kita keluarga yang sangat mencintai kita. Sahabat, bukankah di Negara kita ini banyak kasus tentang pembunuhan bayi yang dilakukan oleh ibu kandungnya sendiri? Tapi, alhamdulillah kasus tersebut tidak terjadi pada kita. Ibu, Bapak, dan saudara-saudara kita begitu sayang dan mencintai kita. Masihkah itu kurang? Ok. STOP.
Percuma dilanjut. Sungguh, kita tak akan sanggup memaparkan pemberian-pemberian Allah satu per satu. Karena Allah sudah menjelaskannya dalam Surah An-Nahl (16):18 yaitu ‘Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’ Sudah jelas kan?
Sahabat, marilah kita latih hati kita untuk senantiasa bersyukur. Hidup itu sudah susah, jangan dibuat susah. Syukuri saja setiap kejadian yang menimpa kita. Ingat, jangan dibuat susah yaaa.. Bukanlah suatu permasalahan yang besar, jikalau apa yang kita inginkan tidak kunjung atau gagal kita dapatkan. Allah Maha mengetahui dan kita tidak tahu. Allah punya alasan mengapa Dia tidak mengabulkan keinginan itu. Sekali lagi bersyukurlah dan lihat di sekitar kita, masih banyak yang hidupnya tidak seberuntung kita. Alhamdulillah… Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan Semesta Alam..




  



Assalamu’alaikum warahmatullah..
            Kali ini ijikanlah saya untuk berbagi pengalaman kepada para sahabat dan teman-teman semuanya lewat tulisan ini. Tujuan saya hanya ingin berbagi bukan untuk yang lainnya. Saya harap teman-teman bisa mengambil sebuah pelajaran dari pengalaman saya dan semoga Allah meridhoi niat saya.  Aamiin..

Ada Apa Dengan Sholatku?
            Tak terasa saya sudah menjalani kehidupan ini selama 17,5 tahun tetapi,  jujur saya baru saja bisa merasakan nikmatnya sholat.  Yah…baru saja bisa!
Selama ini, saya selalu bertanya-tanya dalam benak saya tentang salah satu firman Allah yang ada dalam Surah Al-Ankabuut (29):45 bahwa “Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
            Sudah jelas, Allah sendiri yang bilang bahwa sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Tapi kenyataannya kenapa saya masih berbuat dosa? Saya masih saja suka bersu’udzon, gosip, suka ikut campur urusan orang dan masih banyak lagi. Intinya saya selalu membuat Allah murka. Padahal saya sholat tepat 5 waktu, tidak bolong. Tapi, kenapa masih saja berbuat dosa? Apa ada yang salah dengan sholatku?
Hemm..ijinkanlah saya mengoreksi sholat saya sendiri. Sebentar saja.
-          Saya akui, saya selalu mengerjakan sholat, tapi saya sering menunda. Saya lebih suka mendahulukan kepentingan duniawi daripada sholat. Misalnya, saya sering kali menunggu jam 21.00 atau jam 22.00 untuk melakukan sholat isya’, padahal sebenarnya saya bukanlah orang yang sibuk, tugas saya cuma belajar dan itupun sebenarnya bisa ditunda sebentar untuk melaksanakan sholat.
-          Saya sholat, tapi cuma sekedar sholat. Maksudnya, saya sholat tapi saya tidak mengerti arti dari setiap bacaan sholat. Jadi, hati saya tidak bisa memaknai apa yang saya ucapkan saat sholat.
-          Tubuh saya sholat, tapi pikiran saya tidak. Saat sholat, saya tidak bisa mengontrol otak saya sendiri. Saat bersujud pun, pikiran saya masih kemana-mana dengan kata lain ‘TIDAK FOKUS’.
-          Saya sholat, tapi saya tidak merasakan kehadiran Allah. Hmmm..ini parah!!
-          Saya sholat, tapi tergesa-gesa. Paling-paling hanya 5 menit saja saya sholat dan itu sudah dengan dzikirnya. Hmm..parah kan??
            Dari pengakuan – pengakuan saya diatas, mustahil jika saya berharap bisa menikmati kelezatan sholat. Hingga suatu hari, saya merenung. Saya memikirkan bagaimana caranya saya benar-benar bisa merasakan nikmatnya ibadah sholat. Saya ingin sholat saya berkualitas. Saya ingin membuktikan bahwa firman Allah yang terdapat dalam Surah Al-Ankabuut (29):45 benar adanya. Saya terus merenung tapi tidak ada hasilnya. Saya tidak menemukan jalan keluarnya.

 Beberapa hari kemudian, Allah memberi solusinya.
Ceritanya begini, waktu itu saya sedang menonton tv. Tiba-tiba ayah datang menghampiri saya dengan membawakan buku saku yang berjudul, “Sifat Sholat Nabi”. Ayah menyuruh saya untuk mempelajarinya. Sebelum memberi buku saku itu ayah mengingatkan,”Nak, kalau sholat jangan sekedar sholat. Tapi usahakan kamu bisa memaknai arti dari setiap bacaan sholat. Beda lho rasanya, sholat yang benar-benar sholat sama yang hanya sekedar sholat.” Saya makin penasaran gimana rasanya sholat yang benar-benar sholat.  Akhirnya, saya pelajari buku saku itu. Ternyata ada yang salah dengan gerakan sholat yang selama ini saya kerjakan. Misalnya,  posisi jari tangan ketika takbiratul ihram, posisi jari tangan ketika rukuk, posisi sujud yang benar de el el. Hmm.. astaghfirullah, pantas saja saya tidak bisa merasakan nikmatnya sholat, orang gerakannya saja ada yang salah. Selain membaca buku saku itu, saya teringat sebuah buku saku yang pernah ibu berikan. Buku saku itu berjudul, “Kiat Sholat Khusyuk”.
Nah, di dalam buku saku “Kiat Sholat Khusyuk” ada kata-kata dari pengarang yang sampai saat ini saya ingat dan saya praktekkan, diantaranya :
1.      Ketahuilah bahwa di antara amalan yang paling utama dalam pandangan Allah Swt. adalah   SHOLAT TEPAT PADA WAKTUNYA.
2.      PAHAMI setiap bacaan sholat sehingga DIMENGERTI oleh HATI kita.
3.      Yakinilah bahwa Allah sedang menatap, memperhatikan dan mendengar apapun yang terucap bahkan yang terlintas dalam hati kita.
4.      Katakan dalam hati sebelum memulai sholat, siapa tahu umurku tak panjang. Mungkin ini SHOLAT TERAKHIRKU. Jadi, aku harus mempersembahkan SHOLAT YANG TERBAIK. Aku harus bisa KHUSYUK.
            Setelah meresapi kata-kata di atas, saya bertekad ingin berubah. Saya mulai belajar memahami dan memaknai setiap bacaan sholat saya. Saya yang dulunya malas, sekarang berusaha untuk selalu sholat tepat waktu. Intinya, saya ingin merasakan nikmatnya sholat.
Dan Subhanallah… saya merasakan perubahan besar dalam diri saya. Sekarang saya sudah bisa menikmati lezatnya sholat. Memang, sholat itu seperti narkoba yang bisa membuat kecanduan. Benar-benar kecanduan. Rasanya saya ingin sholat terus dan tidak beranjak dari tempat sholat saya.
            Saya sangat bersyukur, Allah telah memberi petunjuk kepada saya. Itu kisah perjalanan saya. Semoga sahabat bisa mengambil pelajaran dan semoga bermanfaat.



Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

About Me

Foto Saya
Nur Latifa
Seseorang yang sedang memantaskan diri untuk menyambut pangeran yang akan Tuhan kirimkan esok. Memantaskan diri untuk bersanding dan menuju surga dengannya. Dengan pangeran pilihan Tuhan.
Lihat profil lengkapku
Free Website templatesfreethemes4all.comLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesFree Soccer VideosFree Wordpress ThemesFree Web Templates